STATISTIKA DASAR



STATISTIKA

A.    PENDAHULUAN

Sebagian besar orang pasti sudah lumayan familier bila mendengar kata statistika. Jika ditanya sejak kapan mereka mengenal statistika mungkin sebagian besar orang akan menjawabnya “ oh saat saya mulai sekolah, mungkin sekitar SMP atau SMA”. Tetapi sadarkah anda, sebenarnya kita mengenal statistika semenjak kita lahir. Tanpa kita sadari saat lahir, kita sudah dikenalkan yang namanya statistika. Hal yang paling sederhana misalnya : berat dan panjang badan kita saat lahir. Namun karena saat itu kita masih sangat kecil dan belum bisa berpikir, dan merasakan apa-apa jadi kita tidak mengetahuinya. Seringkali kita tidak menyadari bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari , kita seringkali sudah melakukan penelitian, misalnya dalam membeli suatu barang yang berharga mahal seperti komputer, kita tentu saja melakukan penelitian ketoko-toko komputer untuk membandingkan harga, fitur, maupun jaminannya. Kegiatan itulah yang belum kita sadari bahwa itu merupakan setatistika.
Maka dari itu pada kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang statistika, agar kita semua bisa lebih memahami tentang statistika, seperti :
1.       Pengertian statistika
2.       Sejarah perkembanan statistika
3.       Statistika dasar
4.       Penerapan dan peran statistika dalam kehidupan sehari – hari
5.       Perbedaan statistika dan matematika

B.    PEMBAHASAN

1.     PENGERTIAN STATISTIKA

Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis,  menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika (statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Sedangakan Bidang keilmuan Statistika adalah sekumpulan metode untuk memperoleh dan menganalisa data dalam pengambilan suatu kesimpulan. Meski merupakan cabang ilmu matematika, statistika memiliki perbedaan mendasar pada logikanya. Jika matematika menggunakan logika deduktif, sementara statistic menggunakan logika induktif.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta hitung cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

2.      SEJARAH SINGKt PERKEMBANGAN STATISTIKA

Istilah statistika berakar dari bahasa Latin Modern yaitu statisticum collegium yang artinya dewan negara dan bahasa Italia yaitu statista yang artinya negarawan ataupolitikus. Untuk pertama kalinya, Gottfried Achenwall (1947) menggunakan Statistika dalam bahasa Jerman sebagai nama bagi kegiatan analisis data kenegaraan, dengan mengartikannya sebagai ilmu tentang negara (state). Sementara itu, Sir John Sinclair memperkenalkan nama statistika (Statistics) dan pengertian ini ke dalam bahasa Inggeris. Jadi, pada awalnya statistika pada prinsipnya hanya mengurus data yang dipakai lembaga-lembaga administratif dan pemerintahan. Kemudian pengumpulan data terus berlanjut, khususnya melalui sensus yang dilakukan secara teratur untuk memberiinformsi kependudukan yang berubah setiap saat.

Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 statistika mulai banyak menggunakan bidang-bidang dalam matematika, terutama peluang (probabilitas). Cabang statistika yang pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah yaitu statistika inferensi, dikembangkan pada paruh kedua abad 19 dan awal abad ke-20 oleh RonaldFisher (peletak dasar statistika inferensi), Karl Pearson (metode regresi linier), dan William Sealey Gosset (meneliti problem sampel berukuran kecil). Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulaidari astronomi hingga linguistika. Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh psikologi dalam metodologinya.  Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika (ataubiostatistika), dan psikometrika.Sebagian berpendapat bahwa statistika merupakan cabang matematika, tetapisebagian lagi menganggap bahwa statistika merupakan bidang ilmu yang banyak terkait dengan matematika jika dilihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistikasebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik itu didalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

3.      STATISTIKA DASAR

Tujuan umum bagi suatu penelitian berbasis statistika adalah menyelidiki hubungan sebab-akibat, dan lebih khusus menarik suatu simpulan akan perubahan yang timbul pada peubah (atau variabel) respon (peubah dependen) akibat berubahnya peubah penjelas (explanatory variables) (peubah independen).Terdapat dua jenis utama penelitian: eksperimen dan survei. Keduanya sama-sama mendalami pengaruh perubahan pada peubah penjelas dan perilaku peubah respon akibat perubahan itu. Beda keduanya terletak pada bagaimana kajiannya dilakukan.
Suatu eksperimen melibatkan pengukuran terhadap sistem yang dikaji, memberi perlakuan terhadap sistem, dan kemudian melakukan pengukuran (lagi) dengan cara yang sama terhadap sistem yang telah diperlakukan untuk mengetahui apakah perlakuan mengubah nilai pengukuran. Bisa juga perlakuan diberikan secara simultan dan pengaruhnya diukur dalam waktu yang bersamaan pula. Metode statistika yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu eksperimen dipelajari dalam rancangan percobaan (desain eksperimen). Dalam survai, di sisi lain, tidak dilakukan manipulasi terhadap sistem yang dikaji. Data dikumpulkan dan hubungan (korelasi) antara berbagai peubah diselidiki untuk memberi gambaran terhadap objek penelitian. Teknik-teknik survai dipelajari dalam metode survei.
Penelitian tipe eksperimen banyak dilakukan pada ilmu-ilmu rekayasa, misalnya teknik, ilmu pangan, agronomi, farmasi, pemasaran (marketing), dan psikologi eksperimen. Penelitian tipe observasi paling sering dilakukan di bidang ilmu-ilmu sosial atau berkaitan dengan perilaku sehari-hari, misalnya ekonomi, psikologi dan pedagogi, kedokteran masyarakat, dan industri.

- Tipe pengukuran

Ada empat tipe pengukuran atau skala pengukuran yang digunakan di dalam statistika, yakni: nominal, ordinal, interval, dan rasio. Keempat skala pengukuran tersebut memiliki tingkat penggunaan yang berbeda dalam riset statistik. Skala nominal hanya bisa membedakan sesuatu yang bersifat kualitatif (misalnya: jenis kelamin, agama, warna kulit). Skala ordinal selain membedakan juga menunjukkan tingkatan (misalnya: pendidikan, tingkat kepuasan). Skala interval berupa angka kuantitatif namun tidak memiliki nilai nol mutlak (misalnya: tahun, suhu dalam Celcius). Sedangkan skala rasio berupa angka kuantitatif yang memiliki nilai nol mutlak.

4        Tipe pengukuran dalam statistik :

1.      Nominal

Data bertipe nominal adalah data yang paling rendah dalam pengukuran data. Jika suatu pengukuran data hanya menghasilkan satu dan hanya satu-satunya kategori, maka data tersebut adalah data nominal. Misalnya jenis kelamin, tempat kelahiran, pendataan tempat tinggal, dan sebagainya. Data nominal dalam praktek statistik biasanya akan dijadikan ‘angka’, yaitu proses yang disebut kategori, misalnya dalam pengisian data jenis kelamin lelaki dikategorikan sebagai ‘1’ dan perempuan sebagai ‘2’. Kategori ini hanya sebagai tanda saja, tidak bisa dilakukan operasi matematika.

2.      Ordinal


Data bertipe ordinal adalah data kualitatif yang berlevel lebih tinggi dibanding data nominal. Pada data ordinal, ada data dengan urutan lebih tinggi dan urutan lebih rendah. Dalam pengukuran sikap responden, ada pernyataan “sangat setuju” sampai “sangat tidak setuju”. Dan setiap alternatif jawaban yang diberi skor 1 sampai dengan skor 5; dimana skor 5 mewakili pernyataan ”sangat setuju”; skor 4 “setuju”, skor 3 “ragu-ragu”; skor 2 “tidak setuju” dan skor 1 “sangat tidak setuju”.

3.      Interval

Data interval menempati level pengukuran data yang lebih tinggi dari data ordinal, karena selain bertingkat urutannya, juga setiap urutan dapat dikuantitatifkan. Misalnya pengukuran temperatur.

4.      Rasio

Data rasio adalah data yang memiliki tingkat pengukuran paling tinggi diantara jenis data lainnya. Data rasio adalah data bersifat angka dalam arti sesungguhnya dan dapat dioperasikan secara matematika. Perbedaan dengan data interval adalah bahwa data rasio memiliki titik nol yang absolut. Misalnya, jumlah suatu produk adalah 0, berarti memang tidak ada produk sama sekali.

     Beberapa pengujian dan prosedur yang banyak digunakan dalam penelitian antara lain:

* Analisis regresi dan korelasi
* Analisis varians (ANOVA)
* khi-kuadrat
* Uji t-Student

- Statistika Terapan

Bebebarapa ilmu pengetahuan menggunakan statistika terapan sehingga mereka memiliki terminologi yang khusus. Disiplin ilmu tersebut antara lain:
* Aktuaria (penerapan statistika dalam bidang asuransi)
* Biostatistika atau biometrika (penerapan statistika dalam ilmu biologi)
* Statistika bisnis
* Ekonometrika
* Psikometrika
* Statistika sosial
* Statistika teknik atau teknometrika
* Fisika statistik
* Demografi
* Eksplorasi data (pengenalan pola)
* Literasi statistik
* Analisis proses dan kemometrika (untuk analisis data kimia analis dan teknik kimia)

Statistika memberikan alat analisis data bagi berbagai bidang ilmu. Kegunaannya bermacam-macam: mempelajari keragaman akibat pengukuran, mengendalikan proses, merumuskan informasi dari data, dan membantu pengambilan keputusan berdasarkan data. Statistika, karena sifatnya yang objektif, sering kali merupakan satu-satunya alat yang bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan di atas.

Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Makna populasi dalam statistika dapat berarti populasi benda hidup, benda mati, ataupun benda abstrak. Populasi juga dapat berupa pengukuran sebuah proses dalam waktu yang berbeda-beda, yakni dikenal dengan istilah deret waktu.

Melakukan pendataan (pengumpulan data) seluruh populasi dinamakan sensus. Sebuah sensus tentu memerlukan waktu dan biaya yang tinggi. Untuk itu, dalam statistika seringkali dilakukan pengambilan sampel (sampling), yakni sebagian kecil dari populasi, yang dapat mewakili seluruh populasi. Analisis data dari sampel nantinya digunakan untuk menggeneralisasikan seluruh populasi. Jika sampel yang diambil cukup representatif, inferensial (pengambilan keputusan) dan simpulan yang dibuat dari sampel dapat digunakan untuk menggambarkan populasi secara keseluruhan. Metode statistika tentang bagaimana cara mengambil sampel yang tepat dinamakan teknik sampling.

Analisis statistik banyak menggunakan probabilitas sebagai konsep dasarnya. Sedangkan matematika statistika merupakan cabang dari matematika terapan yang menggunakan teori probabilitas dan analisis matematis untuk mendapatkan dasar-dasar teori statistika.

Ada dua macam statistika, yaitu statistika deskriptif dan statistika inferensial. Statistika deskriptif berkenaan dengan deskripsi data, misalnya dari menghitung rata-rata dan varians dari data mentah; mendeksripsikan menggunakan tabel-tabel atau grafik sehingga data mentah lebih mudah “dibaca” dan lebih bermakna. Sedangkan statistika inferensial lebih dari itu, misalnya melakukan pengujian hipotesis, melakukan prediksi observasi masa depan, atau membuat model regresi.


4. PENERAPAN DAN PERAN STATISTIK DALAM KEHIDUPAN

Statistika diterapkan secara luas dalam hampir semua pengambilan keputusan dalam bidang manajemen. Statistika diterapkan dalam penelitian pasar, penelitian produksi, kebijaksanaan penanaman modal, kontrol kualitas, seleksi pegawai, kerangka percobaan industri, ramalan ekonomi, auditing dan masih banyak lagi.

1.      Dalam kehidupan sehari-hari; Statistika memiliki peranan sebagai penyedia bahan-bahan ataU  keterangan-keterangan berbagai hal untuk diolah dan ditafsirkan.

2.       Dalam ilmu pengetahuan; Statistika memiliki peranan sebagai peralatan analisis dan interpretasi dari data kuantitatif, sehingga didapatkan suatu kesimpulan dari data-data tersebut

Langkah-langkah yang lazim dipergunakan dalam kegiatan keilmuan yang dapat dirinci sebagai berikut;

a.        Observasi

Statistik dapat mengemukakan secara terperinci tentang analisis yang akan dipakai dalam observasi.

b.        Hipotesis

Untuk menerangkan fakta yang diobservasi, dugaan yang sudah ada dirumuskan dalam sebuah hipotesis. Dalam tahap kedua ini statistika membantu kita dalam mengklasifikasikan hasil observasi.

c.        Ramalan

Dari hipotesis dikembangkanlah deduksi. Jika teori yang dikemukakan memenuhi syarat deduksi akan menjadi pengetahuan baru. Fakta baru ini disebut ramalan.

d.        Pengujian kebenaran

Untuk menguji kebenaran ramalan, mulai dari tahapan-tahapan berulang seperti sebuah siklus.


5.     PERBEDAAN STATISTIKA DAN MATEMATIKA

Meskipun ada kubu yang menganggap statistika sebagai cabang dari matematika, tetapi orang lebih banyak menganggap statistika sebagai bidang yang banyak terkait dengan matematika melihat dari sejarah dan aplikasinya. Di Indonesia, kajian statistika sebagian besar masuk dalam fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam, baik di dalam departemen tersendiri maupun tergabung dengan matematika.

 Ada beberapa hal yang membedakan antara statistika dan matematika,
Pertama, statistika lebih menekankan kepada penalaran induktif sedangkan matematika cenderung menggunakan penalaran deduktif. Matematika dikatakan deduktif karena beranjak dari aksioma dan teorema sehingga memunculkan penalaran-penalaran, model-model dan bukti baru berdasarkan aksioma dan teorema yang telah ada sebelumnya. Statistika, dengan situasi yang sama dan data yang sama pula bisa memberikan cara menganalisis yang berbeda dan memunculkan kesimpulan yang berbeda pula. Hal itu membutuhkan penalaran induktif, bekerja dengan randomisasi/pengacakan, pengambilan kesimpulan yang sesuai dan menginterpretasi hasil yang didapat.

Kedua, matematika menyajikan abstraksi sedangkan statistika memberikan wawasan dengan penginterpretasikan situasi nyata. Matematika merupakan ilmu yang abstrak, pada awalnya mungkin terkesan nyata tetapi pada akhirnya matematika akan cenderung abstrak. Sedangkan statistika lebih cenderung ke kejadian nyata seperti untuk mengetahui berapa jumlah penduduk yang bekerja dan merasa puas dengan pekerjaannya, mengetahui jumlah prosentasi ikan yang ada di lautan, kita tidak bisa menggunakan perhitungan yang tepat karena kita hanya bisa mengkira-kirakan/menginterpretasikan dari contoh kecil yang didapat/diambil.

Ketiga, matematika dan statistika berbeda dalam penggunaan bilangan. Matematika melihat bilangan sebagai bagian dari operasi, generalisasi, dan abstraksi sedangkan statistika memandang bilangan yang dihubungkan dengan situasi nyata, sehingga penting dalam pembuatan pemodelan dan mengambilan penalaran serta keputusan.


      C.      KESIMPULAN

Statistika dipelajari di berbagai bidang ilmu karena statistika adalah sekumpulan alat analisis data yang dapat membantu pengambil keputusan untuk mengambil keputusan  berdasarkan hasil kesimpulan pada analisis data dari data yang dikumpulkan. Selain itu juga dengan statistika kita bisa meramalkan keadaan yang akan datang berdasarkan data masa lalu. Statistika Deskriptif memberikan informasi yang terbatas, yaitu memberi informasi yang terbatas pada data apa adanya. Oleh karenanya pemakai statistik deskriptif tidak dapat mengambil kesimpulan yang umum atas data yang terbatas. Kesimpulan yang dapat diambil, terbatas atas data yang ada. Kegunaan mempelajari ilmu Statistik adalah:
1.       Memperoleh gambaran suatu keadaan atau persoalan yang sudah terjadi.
2.       Untuk Penaksiran (Forecasting
3.       Untuk Pengujian (Testing Hypotesa)

Statistika deskriptif adalah tehnik yang digunakan untuk mensarikan data dan menampilkannya dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh setiap orang. Hal ini melibatkan  proses kuantifikasi dari penemuan suatu fenomena. Berbagai statistik sederhana, seperti rata-rata, dihitung dan ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik. Statistika deskriptif dapat memberikan pengetahuan yang signifikan pada kejadian fenomena yang belum dikenal dan mendeteksi keterkaitan yang ada di dalamnya. Tetapi dapatkah statistika deskriptif memberikan hasil yang bisa diterima secara ilmiah? Statistik merupakan suatu alat  pengukuran yang berhubungan dengan keragaman pada karakteristik objek-objek yang  berbeda .

Statistik inferensial merupakan kebalikan dari statistika deskriptip, statistika infrensial merupakan statistik yang berkenaan dengan cara penarikan kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh dari sampel untuk menggambarkan karakterisktik atau ciri dari suatu populasi. Dengan demikian dalam statistik inferensial dilakukan suatu generalisasi (perampatan atau memperumum) dan hal yang bersifat khusus (kecil) ke hal yang lebih luas (umum). Oleh karena itu, statistik inferensial disebut juga statistik induktif atau statistik penarikan kesimpulan. Pada statistik inferensial biasanya dilakukan pengujian hipotesis dan pendugaan mengenai karakteristik (ciri) dari suatu populasi, seperti mean dan Uji t (Sugiyono, 2006).


    D.     DAFTAR PUSTAKA

2.      Bhratara Karya Aksara. Jakarta.Parzen. Emanuel. 2002.Data Mining, Statistical Methods Mining and History of Statistics”
4.      ASA 52(1) : 1-9.Nasoetion, A. H. dan Rambe, A. 1984. TeoriStatistika untuk ilmu-ilmu Kuantitatif 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengetahuan Tentang Budaya

proposal menejemen proyek membuat jaringan

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER